Rabu, 09 Oktober 2013

PENGENDALIAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN GEDUNG DI BANDAR UDARA HALIM PERDANAKUSUMA

A.  Pencegahan / Fire Prevention
1.  Fire Prevention survey.
Menentukan daerah/wilayah :
a.  Light Hazard (tingkat bahaya ringan)
1)  Jumlah bahan bakar cukup besar.
2)  Mudah/dapat terbakar.
3)  Menimbulkan bahaya ringan.
4)  Meluasnya kebakaran lambat/sulit terjadi.
b.  Ordinary Hazard(tingkat bahay sedang)
1)  Jumlah bahan bakar cukup besar.
2)  Mudah/dapat terbakar.
3)  Menimbulkan bahaya cukup besar.
4)  Meluasnya kebakaran cepat.
c.   Extra Hazard(tingkat bahaya besar).
1)  Jumlah bahan bakar cukup besar.
2)  Mudah/dapat terbakar.
3)  Menimbulkan bahaya besar.
4)  Meluasnya kebakaran sangat cepat.
2.  Fire Prevention Inspection.
a.  Penempatan dan pengaturan barang, antara lain :
1)  Tidak dibenarkan menyimpan barang-barang secara campur aduk.
2)  Tersedia alat pemadam pada tempat penyimpanan barang.
3)  Dilarang menyimpan bahan bakar, lap bekas bahan bakar dan barang berbahaya pada tempat penyimpanan barang.
b.  Penempatan alat pemadam, antara lain  :
1)  Harus sesuai dengan jenis kebakaran yang mungkin terjadi.
2)  Harus terlihat jelas.
3)  Harus mudah diambil dan ketinggian sesuai prosedur.
c.   Latihan penggunaan alat pemadam kebakaran.
d.  Peraturan pencegahan dan perlindungan bahaya kebakaran.
e.  Pemeriksaan dan pengawasan pencegahan kebakaran harus dilakukan secara terus menerus terhadap keadaan, kejadian atau kegiatan di sekitar lingkungan kerja, antara lain  :
1)  Tempat pembuangan sampah.
2)  Tempat dan pelaksanaan pengisian bahan bakar.
3)  Tempat penyimpanan dan perbaikan pesawat udara.
4)  Kendaraan dan peralatan yang beroperasi di Apron.
5)  Kondisi alat pemadam.
f.    Membuat aturan pencegahan bahaya kebakaran.
g.  Kampanye bahaya kebakaran melalui media seperti brosur atau leaflead.
h.  Melakukan penyuluhan/latihan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.

B. Perlindungan/Protective Fire
1.  Passive Fire Protection.
a.  Membuat jalur evakuasi.
b.  Struktur gedung.

2.  Active Fire Protection.
a.  Early Warning System.
b.  Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
c.   Fix Instalation.

C. Penanggulangan Kebakaran/Fire Repressive.
1.  Penanggulangan awal.
2.  Penghuni gedung.
3.  Penanggulangan fungsional.
4.  Koordinator Fire Bridge.
5.  Sistem jalur evakuasi.
6.  Pembentukan Balakar.


9 Oktober 2013



SISTEM PENDINGIN MESIN

Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air Pendingin (radiator), Udara dan Minyak pelumas. Untuk mengatasi keluhan yang diakibatkan dari sistem pendinginan melalui air radiator, beberapa hal harus diwaspadai pemilik kendaraan, antara lain :
  • Pipa radiator : Pipa ini berfungsi sebagai penyalur air pendingin menuju motor bakar. Fungsi pipa radiator ini berkait erat dengan radiator itu sendiri. Maksudnya, kondisi radiator harus selalu terjaga. Kondisikan kisi-kisi radiator terjaga kebersihannya.Bila harus dibersihkan, gunakan peralatan yang serba lunak, misalnya kuas halus. Sambungan-sambungan pipa : Bagian ini rentan terhadap kebocoran. Maklum saja, temperatur air yang melalui pipa sangat tinggi. Sehingga menimbulkan warna karat yang dapat menyebabkan korosi.
  • Slang radiator : Karena tekanan dan suhu air yang begitu tinggi dan berlangsung terus-menerus, maka dapat membuat slang yang terbuat dari bahan karet itu mengembang. Bila hal itu yang terjadi, maka harus segera diganti. Terlambat melakukan penggantian dapat berakibat fatal. Yaitu menghambat peredaran air pendingin dan berakibat pada peningkatan temperatur mesin yang berlebihan.
  • Tutup radiator : Jangan meremehkan peranti ini. Karena, bila fungsi penutup radiator ini tidak maksimal, maka kenaikan teperatur mesin juga akan luar biasa. Maka periksalah karet penyekat dan pegasnya. Pastikan keduanya masih berfungsi baik.
  • Pengikat radiator : Antara radiator dan mesin dihubungkan dengan slang yang berfungsi mengalirkan air pendingin. Antar keduanya diikat dengan klem pengikat yang terbuat yang terbuat dari kawat baja. Karena temperatur yang sangat tinggi, maka kawat baja pengikat itu dapat berubah menjadi 'pisau' yang dapat memotong slang karet tersebut. Untuk menghindari keadaan 'darurat', ganti pengikat dari kawat baja itu dengan lempengan/lembaran kaleng.
  • Kipas pendingin : Selain dibantu dengan air pendingin, sistem pendinginan mesin didukung pula oleh udara. Yaitu dengan kipas pendingin yang bekerja secara otomatis pada saat temperatur mesin bergerak keposisi 90 derajat Celcius. Agar peranti ini tetap dapat bekerja dengan baik, periksalah kondisi cairan silikon dan tali kipas. Pastikan keduanya memiliki kondisi baik.
  • Pompa oli : Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam sistem pendinginan mesin adalah pompa oli. Karena melalui alat ini pendinginan mesin melalui pelumas dilakukan. Bila kondisi pompa oli tidak prima, maka temperatur mesin akan cepat naik.



Copyright by : FK-PKPPK Halim Perdanakusuma International Airport
Office : ARFFS Building Halim Perdanakusuma International Airport - Jakarta