Team URL
Visitor
Contact Us
Gedung PKP-PK
Bandara Halim Perdanakusuma
Jakarta - Indonesia
No. Telp :
- Main Fire Station :
+6221 - 80899283 / 80899358
- Sub Fire Station :
+6221 - 80899284
Bandara Halim Perdanakusuma
Jakarta - Indonesia
No. Telp :
- Main Fire Station :
+6221 - 80899283 / 80899358
- Sub Fire Station :
+6221 - 80899284
Kamis, 14 November 2013
Rabu, 09 Oktober 2013
PENGENDALIAN DAN
PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN GEDUNG DI BANDAR UDARA HALIM PERDANAKUSUMA
A. Pencegahan / Fire
Prevention
1.
Fire Prevention survey.
Menentukan daerah/wilayah :
a.
Light Hazard (tingkat bahaya ringan)
1)
Jumlah bahan bakar cukup besar.
2)
Mudah/dapat terbakar.
3)
Menimbulkan bahaya ringan.
4)
Meluasnya kebakaran lambat/sulit terjadi.
b.
Ordinary Hazard(tingkat bahay sedang)
1)
Jumlah bahan bakar cukup besar.
2)
Mudah/dapat terbakar.
3)
Menimbulkan bahaya cukup besar.
4)
Meluasnya kebakaran cepat.
c.
Extra Hazard(tingkat bahaya besar).
1)
Jumlah bahan bakar cukup besar.
2)
Mudah/dapat terbakar.
3)
Menimbulkan bahaya besar.
4)
Meluasnya kebakaran sangat cepat.
2.
Fire Prevention Inspection.
a.
Penempatan dan pengaturan barang, antara lain :
1)
Tidak dibenarkan menyimpan barang-barang secara campur aduk.
2)
Tersedia alat pemadam pada tempat penyimpanan barang.
3)
Dilarang menyimpan bahan bakar, lap bekas bahan bakar dan
barang berbahaya pada tempat penyimpanan barang.
b.
Penempatan alat pemadam, antara lain :
1)
Harus sesuai dengan jenis kebakaran yang mungkin terjadi.
2)
Harus terlihat jelas.
3)
Harus mudah diambil dan ketinggian sesuai prosedur.
c.
Latihan penggunaan alat pemadam kebakaran.
d.
Peraturan pencegahan dan perlindungan bahaya kebakaran.
e.
Pemeriksaan dan pengawasan pencegahan kebakaran harus dilakukan
secara terus menerus terhadap keadaan, kejadian atau kegiatan di sekitar
lingkungan kerja, antara lain :
1)
Tempat pembuangan sampah.
2)
Tempat dan pelaksanaan pengisian bahan bakar.
3)
Tempat penyimpanan dan perbaikan pesawat udara.
4)
Kendaraan dan peralatan yang beroperasi di Apron.
5)
Kondisi alat pemadam.
f.
Membuat aturan pencegahan bahaya kebakaran.
g.
Kampanye bahaya kebakaran melalui media seperti brosur atau
leaflead.
h.
Melakukan penyuluhan/latihan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan
sekali.
B. Perlindungan/Protective
Fire
1.
Passive Fire Protection.
a.
Membuat jalur evakuasi.
b.
Struktur gedung.
2.
Active Fire Protection.
a.
Early Warning System.
b.
Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
c.
Fix Instalation.
C. Penanggulangan
Kebakaran/Fire Repressive.
1.
Penanggulangan awal.
2.
Penghuni gedung.
3.
Penanggulangan fungsional.
4.
Koordinator Fire Bridge.
5.
Sistem jalur evakuasi.
6.
Pembentukan Balakar.
9 Oktober 2013
SISTEM PENDINGIN MESIN
Sistem pendingin mesin ada 3, yaitu melalui Air Pendingin (radiator), Udara
dan Minyak pelumas. Untuk mengatasi keluhan yang diakibatkan dari sistem
pendinginan melalui air radiator, beberapa hal harus diwaspadai pemilik
kendaraan, antara lain :
- Pipa
radiator : Pipa ini berfungsi sebagai penyalur air pendingin menuju motor
bakar. Fungsi pipa radiator ini berkait erat dengan radiator itu sendiri.
Maksudnya, kondisi radiator harus selalu terjaga. Kondisikan kisi-kisi
radiator terjaga kebersihannya.Bila harus dibersihkan, gunakan peralatan
yang serba lunak, misalnya kuas halus. Sambungan-sambungan pipa : Bagian
ini rentan terhadap kebocoran. Maklum saja, temperatur air yang melalui
pipa sangat tinggi. Sehingga menimbulkan warna karat yang dapat menyebabkan
korosi.
- Slang
radiator : Karena tekanan dan suhu air yang begitu tinggi dan berlangsung
terus-menerus, maka dapat membuat slang yang terbuat dari bahan karet itu
mengembang. Bila hal itu yang terjadi, maka harus segera diganti.
Terlambat melakukan penggantian dapat berakibat fatal. Yaitu menghambat
peredaran air pendingin dan berakibat pada peningkatan temperatur mesin
yang berlebihan.
- Tutup
radiator : Jangan meremehkan peranti ini. Karena, bila fungsi penutup
radiator ini tidak maksimal, maka kenaikan teperatur mesin juga akan luar
biasa. Maka periksalah karet penyekat dan pegasnya. Pastikan keduanya
masih berfungsi baik.
- Pengikat
radiator : Antara radiator dan mesin dihubungkan dengan slang yang
berfungsi mengalirkan air pendingin. Antar keduanya diikat dengan klem
pengikat yang terbuat yang terbuat dari kawat baja. Karena temperatur yang
sangat tinggi, maka kawat baja pengikat itu dapat berubah menjadi 'pisau'
yang dapat memotong slang karet tersebut. Untuk menghindari keadaan
'darurat', ganti pengikat dari kawat baja itu dengan lempengan/lembaran
kaleng.
- Kipas
pendingin : Selain dibantu dengan air pendingin, sistem pendinginan mesin
didukung pula oleh udara. Yaitu dengan kipas pendingin yang bekerja secara
otomatis pada saat temperatur mesin bergerak keposisi 90 derajat Celcius.
Agar peranti ini tetap dapat bekerja dengan baik, periksalah kondisi
cairan silikon dan tali kipas. Pastikan keduanya memiliki kondisi baik.
- Pompa
oli : Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam sistem pendinginan
mesin adalah pompa oli. Karena melalui alat ini pendinginan mesin melalui
pelumas dilakukan. Bila kondisi pompa oli tidak prima, maka temperatur
mesin akan cepat naik.
Langganan:
Postingan (Atom)
Search Engine
Logo FK
















